From: "Retno Wulandari"
Date: Tue, September 8, 2009 8:25 am
To: pr@tianshi-watch.com
klo boleh aku saranin,,,,
ga sah jelek2in orang laen ato apapun itu.
lebih baik instropeksi diri palagi ni masih Bulan Puasa, barang kali dosa2 kalian bisa di ampuni.....
Semua bisnis itu menawarkan hal2 yang menguntungkan orang lain tinggal orang2nya saja yang
menjalankannya, apakah dijalankan dengan benar apa tidak....
cobalah untuk bisa bersaing secara sehat bukannya dengan menjatuhkan dan menjelekkan rival!!!
maaf, tidak semua orang2 di dalam tianshi dan tidak semua support tu menipu, jelek atau apapun itu...
Tapi biarlah kalian itu berkreasi.....
semua da sisi baik dan buruknya...
Kalau da yang jelek2in berarti Tianshi emang is the best...
ga bisa dikalahkan dengan cara sportif dan sehat sehingga banyak orang melakukan hal2 seperti ini,
yang memfitnah dan mencemarkan nama baik...
sekali lagi maaf...
saya hanya menanggapi apa yang anda2 semua tulis......
saya hanya bisa mengelus dada atas apa yang kalian lakukan, saya juga berdoa semoga ALLAH
mengampuni dosa2 kalian.......
tapi biasane orang yang menjelek2an orang lain, maka dosa orang yang dijelek2an akan berpindah ke
orang yang menjelek2an....
Rasanya tidak ada gunanya menanggapi hal2 seperti itu...
OK!! Jalan menuju surga tu masih banyak jadi jangan sampe nyasar ke jalan menuju neraka!!
---------------------------------
Jawaban TW:
1. Perbaiki kemampuan menulis anda.
2. Apa yang anda tanggapi? Tidak ada satu argumen logispun yang anda sampaikan.
3. Asumsi yang anda berikan tidak mempunyai basis yang kuat.
4. Ada baiknya anda belajar berdiskusi dengan memberikan data yang konkrit dan akurat. Point mana yang anda tanggapi, mana yang anda hendak jawab? Tunjukkan dengan jelas.
Kepada para distributor Tianshi maupun leader Tianshi yang ingin berkomentar, bertanya, memberikan tanggapan, kami harap anda mengikuti 4 langkah dasar yang kami berikan diatas. Untuk selanjutnya, kami tidak akan menanggapi email seperti ini lagi.
Terima kasih dan salam hangat,
Tianshi Watch Team
Tuesday, September 8, 2009
Email Dari Retno Wulandari (September 8, 2009)
Monday, August 3, 2009
Untuk Para Pengirim Email Dari Simpatisan Maupun Dari Anggota Tianshi Yang Tidak Kami Balas
Kami berharap dengan adanya situs www.tianshi-watch.com, masyarakat sekalian dapat membaca dan menelaah apa yang telah berhasil kami analisa dan ungkap tuntas. Namun kenyataan yang terjadi sangat kami sesalkan. Masih banyak email-email yang masuk ke inbox kami menanyakan hal yang sama berulang-ulang. Tidak kurang juga email yang masuk dari anggota Tianshi membantah dengan argument yang tidak valid bahkan menjurus caci-maki amburadul. Kemanakah kemampuan menyerap suatu bahan bacaan yang seharusnya dimiliki orang yang mempunyai kemampuan baca tulis? Apakah sudah begitu merosotnya minat membaca seorang manusia
Bukan suatu hal yang sulit untuk mengerti suatu wacana yang ditulis dengan bahasa Indonesia yang mudah dimengerti seperti jurnal kami. Bahkan untuk mempermudah, kami sudah menyiapkan berbagai pertanyaan berikut jawaban-jawabannya untuk pertanyaan yang kami anggap sering dilemparkan oleh anggota Tianshi maupun anggota masyarakat lain. Tetapi masih sering pula pertanyaan yang sama dilontarkan. Hal ini sangat menyakitkan hati kami dan sangat membuat kami gundah. Seperti inikah gambaran masyarakat
Mungkin kami dianggap berkeluh kesah dengan artikel kami kali ini, tetapi kami merasa bahwa kami harus menyampaikannya. Membaca dan rajin membacalah wahai saudara-saudariku! Pandai-pandailah kalian beranalisa dengan nalar anda. Jangan ragu untuk mendobrak doktrin yang ada bila memang itu tidak benar. Jangan takut untuk melawan arus bila memang arus itu membawamu ke jurang kehancuran.
Kami berharap anda sekalian dapat membaca artikel ini dengan pikiran terbuka dan bukan menganggap kami hanya “ngedumel”. Ini adalah cambuk untuk kita semua, bahwa kita masih bisa menjadi lebih baik. Kepada anda sekalian yang telah mengirim email dan tidak kami balas, anggap ini adalah jawaban untuk “kemalasan” anda semua untuk membaca.
Salam hangat,
Tianshi Watch Team
Monday, July 27, 2009
Email Salah Satu Distributor Tianshi
-------------
>
> di blog Anda tentang kebohongan Tianshi Anda bahas banyak mengenai
> "kejelekan" Tianshi, bisa dishare mengenai bukti2, sumber2nya?
>
> Perusahaan yg besar tentu mempunyai masalah yg besar pula, contoh
> Microsoft, begitu banyak virus yg dibuat untuk disebarkan di OS Windows,
> tetapi pernahkah Anda dengar virus untuk OS Linux? Kalau kita lihat
> perbandingannya tentu jauh berbeda. Pepatah berkata "semakin tinggi
> pohon, semakin besar anginnya"
>
> Saya juga anggota Tiens yg baru bergabung dengan SS Unicore, terus terang
> saya lega melihat blog Anda tersebut..kenapa? Kalau semua org positif
> akan MLM atau Tiens, saya g kebagian jatah dong?
>
> Saya email ini bukan untuk berdebat atau membela Tiens, saya menghargai
> opini2 kontra thd Tiens, dunia tanpa dua sisi yg berbeda tidak bisa
> terbentuk bukan? (seperti uang logam)
>
> Terima kasih atas masukan2nya,
>
> Ferdinand
--------------------------------------------------
Berikut adalah jawaban kami:
From: "pr@tianshi-watch.com" <pr@tianshi-watch.com>
To: Ferdinand
Sent: Friday, June 19, 2009 8:22:58 PM
Subject: Re: hi
Terima kasih atas email dan masukannya kepada kami. Kami sarankan anda
untuk membaca jurnal kami secara lengkap. Bukti-bukti kami dapat di-cross
check ke sumber independen.
Salam hangat,
Tianshi Watch Team
--------------------------------
| ||||||||||||
-------------------------
Friday, July 24, 2009
Suatu Email Yang Masuk
| ||||||||||||
I dont care what or who are you, teams..
But, because of you, i believe, many truths revealed for goodness..
You may post my testimony, -without my address o.c.-
For tianshi company and all leaders and all members..
I gain a lot of goodness experiences from tianshi, and network friends, as i believe all of us, did.
Therefore, id like to thank you.
Really important to know, i, myself, ever turns crazy -really-, nearly un helpful, even though the
factor is not only from my activity in tiens, honestly, also extremely effected me.
Trully thanks for my families and friends till i recovered.
Three things, 1. Brainwash 2. Out of money 3. Bankrupt
A lots, a lots, i found it, the truths of networkers trapped in debts. Family broken -fortunately,
i dont- because of failure path of good mentally working at networking.
Tienshi-watch, really objective. I really proud. You are such a brave COP.
What SHOCKING ME is, the statements of LT -best leader UNICORE- make such a childish answer. Im
not saying i betraying you -i love tiens till this second-, but all the facts -liars- must be face
gently. I believe if you could strike back tienshi-watch -im definetely you have no this quality-,
and LT is right -represent tianshi in indonesia-, thats impossible tianshi will go down.
In this case, the truth -tianshiwatch wins- because the truth.
So, who is the BAD ones?
-----------------------------------------
| ||||||||||||
Info kali ini, baru saya dapatkan dari x-upline *8, yg pernah tampil dlm recognition, ternyata tdk mendapatkan BMW -padahal diundang langsung dari pusat- dg alasan simple, msh kandidat. -sangat tidak lucu- Malam ini, x Juli 2009, saya bertanya ttg isi dari tianshi-watch (tanpa memberitahukan sumbernya dr TW). Ternyata semua di iyakan. DAN, satu tambahan lagi, beliau memuji Mr. Li Jinyuan sgt cerdik, meski berita ini tdk x-upline dapatkan langsung dari sumber mana -justru saya mengharapkan respons dari tianser, dengan bukti nyata- BAHWA BANNERSTORE yg ada ternyata patungan investor beberapa top leader tianshi.. sekitar 500 jt / orang. Dengan harapan, mereka mendapat profit lagi, eh ternyata kondisi sekarang memprihatinkan.. Sekali lagi TIENS COMPANY tidak mengeluarkan uang sepeserpun alias modal dari para top leader... Wow, keren banget... Semoga berita ini cuma angin saja, asalkan ada yg bisa memberikan data kuat. Apakah tulisan saya ini cuma rumor / nyata? Btw, tulisan saya ini bisa saya lihat dimana ya. Karena TW kan banyak sekali jurnal2nya. Sekian, semoga bermanfaat. -rahasiakan id saya ya- tx
---------------------------------------
Kami berterima kasih atas dukungan dari rekan-rekan sekalian.
Bantuin moril dan semangat dari anda semua sudah cukup bagi kami.
Semoga semakin banyak orang yang tersadar dari Tianshi.
Untuk beberapa minggu kedepan, kami akan mempublikasikan beberapa email yang masuk tentunya tidak lupa merahasiakan identitas pengirim untuk menjaga etika.
Bila anda mengirim email dan memang tidak keberatan kami tampilkan data-data anda silahkan beritahukan secara jelas, kami akan cantumkan data tersebut.
Bila tidak menyebutkannya secara eksplisit, kami tidak akan mencantumkannya.
Salam hangat,
Tianshi Watch Team
Thursday, July 23, 2009
Comments
Fasilitas untuk memberikan komentar di web tianshi-watch.com telah dibuka. Harap menjaga etika ketika memberikan komentar.
Komentar yang kami anggap tidak layak, akan kami hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Friday, July 17, 2009
Dukaku, Duka Indonesiaku

Hari ini, 17 Juli 2009 noda hitam kembali terpercik dalam kaleidoskop bangsa Indonesia. Untuk kesekian kalinya asap hitam dan ledakan terdengar di udara. Kali ini target ledakan adalah Ritz Carlton dan JW Marriott yang menyebabkan beberapa jiwa melayang dan puluhan korban luka-luka. Ledakan ini adalah ledakan besar pertama setelah empat tahun berlalu sejak kasus peledakan bom di Bali dan Jakarta. Kami mengutuk dengan keras kejadian tersebut dan menyesalkan mengapa masih ada pihak yang bertindak dengan bodoh dan tega menyulut kekacauan di negerinya sendiri. Banyak pertanyaan terlontar sebagai reaksi atas peristiwa yang terjadi belakangan ini dan berujung pada satu pertanyaan besar mengenai kemanakah arah perjalanan Indonesiaku.
Masih segar dalam ingatan, aneka peristiwa pemboman yang pernah menghiasi berita utama di koran-koran. Masih terekam dengan jelas pula, kepedihan dan penderitaan yang muncul sebagai akibat dari peristiwa tersebut dan kita semua menyadari bahwa pihak yang paling merasakan akibat negatif adalah bangsa Indonesia sendiri, bukan ekspatriat atau negara yang kedutaan besarnya di Jakarta diluluhlantakkan oleh bom. Fanatisme buta telah menjadi landasan bagi kelompok-kelompok tersebut untuk melakukan “perjuangan” dengan cara menghancurkan sasaran-sasaran yang menurut mereka identik dengan negara barat atau ekspatriat di Indonesia.
Kami percaya bahwa setiap manusia diciptakan sama dan sederajat, tidak ada manusia yang lebih rendah derajatnya dibanding manusia lainnya. Demikian pula dengan adanya agama dan kepercayaan yang bertujuan untuk menjadikan kehidupan umat manusia menjadi selaras dan harmonis dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang tentram, damai dan saling menghargai satu sama lain. Setiap tindakan negatif diluar hal tersebut, merupakan perbuatan yang yang tidak semestinya dilakukan.
Sudah saatnya kita semua sebagai bangsa Indonesia melakukan introspeksi dan menilai diri sendiri apakah kita telah menjalankan kewajiban sebagai warga negara yang baik? Apakah kita sudah berperan dan menciptakan suasana yang kondusif untuk kemajuan bangsa ini dan bukan untuk “kemajuan semu” yang akhirnya akan membawa bangsa ini ke jurang kehancuran? Apakah kita sudah melakukan semua yang terbaik agar bangsa ini dapat maju, menyamai atau bahkan melampaui bangsa – bangsa lainnya. Semoga peristiwa ini dapat menjadi cambuk untuk mengingatkan kita bahwa masih banyak kekurangan yang harus dibenahi dan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita.
Kepada aparat pemerintahan, wakil rakyat yang baru saja terpilih dan penegak hukum di negara ini, semua harapan kami bertumpu pada anda semua untuk dapat melaksanakan tugas anda dengan sebaik-baiknya. Nasib bangsa ini, akan bergantung pada anda semua. Kejadian yang baru saja terjadi hendaknya digunakan sebagai momen untuk menunjukkan bahwa kami memang patut menggantungkan nasib kami pada anda sekalian karena anda memang layak untuk menjadi pemimpin kami dan bukan hanya sekadar wakil rakyat yang duduk terkantuk ketika rapat membicarakan rakyat. Janganlah menggunakan kejadian ini untuk ambisi pribadi dan keuntungan kelompok semata. Kami mengharapkan aparat penegak hukum, untuk dapat menegakkan hukum sekokoh mungkin dan untuk dapat menangkap dalang dibalik episode keji di hari ini bukan hanya sekadar menuding kiri kanan dan bersikap tidak tegas. Anda semua memikul tanggung jawab besar atas rakyat Indonesia. Tugas anda pulalah untuk melindungi dan mengayomi semua penduduk dan bangsa Indonesia. Hidup bangsa ini bukan untuk dipermainkan.
Sekali lagi, kami ingin menekankan bahwa fanatisme berlebihan merupakan hal yang buruk. Sudah saatnya bangsa Indonesia menjadi bangsa yang memiliki pemikiran yang kritis agar dapat mengolah segala informasi yang diterima dengan lebih bijaksana bukan hanya menelan mentah – mentah informasi satu arah yang diterima. Pemikiran picik dan tertutup terhadap hal yang berbeda hanyalah akan menjadi bumerang, tidak hanya bagi diri anda tapi juga bagi orang lain. Marilah kita menjadi manusia Indonesia yang cerdas, berpikiran kritis serta selalu waspada terhadap ancaman, baik itu dari dalam maupun luar negeri.
Karena kami percaya bahwa masih ada harapan untuk Indonesia yang lebih baik.
Salam Duka,
Tianshi Watch Team
It has been four years that we enjoy the peaceful and calm city of Jakarta. Aside from its daily traffic jams and the pollution, we can say that Jakarta is moderately safe. This morning, July 17, 2009 at am, the news shocked us all. It is unfortunate that while we thought everything is fine and under control, the false sense of security has betrayed us. We haven’t even been able to fully understand what have got into the minds of the extremists four years ago and now we are facing the same thing. Don’t they, the bombers, realize that by doing it, they are putting their own people in danger and chaos not others? Don’t they realize that they are committing crimes and terror? Shame on you cowards!
We believe that all human are created and born equal. No one has the right to take away others’ right to live and prosper. Lives are lost now, families are broken. Who are you to think that you have the right to take others’ lives? These hideous crimes and atrocities are not acceptable anywhere in the world. No religion teaches you to kill. No religion gives you the right to commit crimes and murders. We condemn those who still live in the dark ages of mankind and who believe that these killings are to be praised.
For our newly-reelected President, our people’s representatives and our law enforcers, this is your time to show that you care about your people. This is your responsibility to protect your people from crimes and murders of this kind. Don’t ever think that once you are on the seats of officials you can just sit and do nothing. You eat from your people, you get paid by the people, you have to work for your people and not the people work for you! Please work hard and harder. There are tons of reasons for the people to lose faith on your failures and true commitment to serve and protect us but we have more reasons to depend and believe in you.
This is also the time to reflect on ourselves; all those who still consider themselves Indonesians. Ask yourself, have you done our responsibilities for your country, for your fellow countrymen? Have you done enough to be more watchful and aware of your surroundings? Or are we too indifferent with what happens around us? Show them that we are one, one country with common goals. We strive to be strong and courageous. None of these bombings will deter us from reaching prosperous and joyful life.
Our hearts and prayers go to the victims and the victims’ family. We know how hard it might have been for you and we all share the same feelings of sadness, of anger. This is not Indonesia. These are the acts of cowards and liars and fools! We will get them and they know for sure that they are not above the laws of men and the laws of God.
With deepest sadness and sorrow,
Tianshi Watch Team
Friday, March 6, 2009
DARI MEJA REDAKSI
Sejak awal perjuangan Tianshi Watch Team dari tahun 2008, kami sudah melihat hasil dari perjuangan kami menyadarkan orang-orang dari berbagai praktek penipuan terselubung Tianshi. Cukup banyak pula yang akhirnya bersimpati pada perjuangan kami dan mendukung usaha kami. Perjuangan kami cukup panjang dan melelahkan tetapi juga menarik. Berbagai pengalaman kami dapatkan, berbagai tipe manusiapun kami sudah hadapi. Tidak mudah memang menyadarkan para anggota Tianshi yang sudah teracuni oleh kata-kata upline mereka. Apakah kami menyerah? Haruskah kami lepas tangan melihat mereka jatuh dalam jurang kemiskinan akibat semangat menggebu-gebu untuk sukses di Tianshi?
Kami sadar bahwa kamipun masih mempunyai banyak kekurangan dan kelemahan, tetapi kami selalu berusaha untuk memperbaiki diri. Berbagai saran, masukan dan kritik kami terima dengan terbuka. Kami juga mohon maaf kepada beberapa email yang masuk yang memberikan informasi-informasi yang mungkin cukup penting. Tetapi mohon disadari pula bahwa kami tidak dapat mempublikasikan informasi-informasi tersebut bila tanpa didukung oleh bukti maupun analisa yang kuat. Namun demikian, kami sangat berterima kasih atas sumbangsih rekan-rekan sekalian.
Membangun masyarakat yang kritis bukanlah pekerjaan mudah. Dibutuhkan begitu banyak anggota masyarakat yang peduli sosial untuk meningkatkan tingkat kesadaran masyarakat. Kami juga ingin mengkritik peran guru-guru maupun dosen-dosen yang kami anggap masih kurang suportif untuk meningkatkan tingkat logika dan kekritisan masyarakat. Kenyataan yang ada membuktikan bahwa begitu banyak pelajar dan mahasiswa yang masih menggantungkan diri pada informasi searah yang diberikan oleh seniornya, dalam hal ini guru dan dosennya. Mereka menjadi malas berpikir dan kurang gigih untuk mencari tahu kebenaran dan informasi dari pihak lain maupun media lain. Hal ini sangat berbahaya karena akibat negatifnya adalah kepercayaan membabi buta pada satu informasi saja yang searah (top to bottom).
Begitu banyaknya MLM yang tidak bertanggung jawab di dunia diluar pendidikan memanfaatkan situasi ini untuk menjaring anggota. Bukan saja MLM, tetapi dapat dilihat dari maraknya iklan lowongan kerja dengan iming-iming gaji tinggi, bonus tinggi dan berbagai omong kosong lainnya. Entah sudah berapa banyak orang tertipu dan akhirnya semakin menderita secara ekonomi dan mental. Kami sangat sedih melihat kenyataan ini. Sekiranya masyarakat kita lebih kritis dan berpikir lebih logis lagi tentunya tidak akan termakan oleh rayuan perusahaan-perusahaan tersebut.
Kami yakin bahwa suatu saat, masyarakat kita akan bangkit dan dapat memerangi semua tindak tidak terpuji perusahaan-perusahaan tersebut. Saat itulah MLM-MLM busuk akan hengkang dari Indonesia. Sudah cukup lama masyarakat Indonesia dibohongi dan sudah saatnya kita bangkit bersama untuk menuju masyarakat yang kritis dan pintar. Marilah kita bersama membangun kepercayaan diri dan kebanggaan nasional kita bahwa kita bukanlah bangsa yang bodoh dan mudah dibohongi. Kami yakin pula bahwa tujuan kami akan tercapai pada waktunya.
Tianshi Watch Team
Wednesday, October 29, 2008
Perkembangan banner store yg semakin memprihatinkan
Masih ingat tentang tianshi yang sesumbar banner store bakal menguasai industri retail dunia??
berikut berita bulan april dimana tianshi tetap sesumbar banner store akan berkembang, walau faktanya banyak yg TUTUP :
Tiens Plans To Open More BannerStores In 2008
Li Jinyuan, president of Tiens Group, told First Financial Daily that BannerStore, a supermarket brand owned by Tiens Group, will start its global expansion in 2008.
Apart from opening 2,000 franchise chain stores abroad, the group will invest money to open 1000 domestic Chinese stores. In addition, it formally starts cooperation with China Post Logistics Corporation to realize the greater development.
In 2007, Tiens Group formally announced its entry into the retail industry. It invested US$250 million to build up BannerStore Retailing International Investment Group. On February 8, 2007, its first global flagship store opened in its headquarters in Tianjin. Then the company announced plans to open more BannerStores in Beijing, Tianjin, Baoding, Harbin and Zhengzhou. Those stores are mainly franchise ones.
However, some BannerStores have gone out of business recently. In regards with this situation, Li explains that the group is liquidating franchises. It is true that some stores are closed, but it does not mean there is problem in its operating format, he says. In contrast, with one-year operating experience, the group is more confident in its BannerStore. The reason for shutting stores is only because the performance of those stores did not meet the standard of the company, he adds.
bisa di baca juga analisa kami waktu itu di sini
DAN berikut ini berita terbaru banner store.
Tiens Closes BannerStore In Beijing
October 8, 2008sumberAccording reports from local media, Tiens Group has closed its only supermarket in Beijing — the outlet operated under the brand name of BannerStore.
A representative from the leasing department of Beijing Ocean International Mansion said that BannerStore had only one outlet in Beijing, which lead to inconvenience in distribution and management as well as high logistics costs. In addition, the labor costs of the store were higher than general supermarkets. These factors contributed to the difficulties BannerStore had in making a profit in Beijing.
In fact, apart from the Beijing store, some of BannerStore's franchise stores started to close earlier this year. BannerStore's first global flagship store, which was opened in Tianjin in February 2007, was closed earlier this year, and its only store in Harbin also ceased trading around the time when the Beijing store was closed.
This contrasts with Tiens Group's strong determination to enter the retail industry. In December 2006, the group announced that it would invest USD250 million to establish the BannerStore Retailing International Investment Group to explore relevant businesses in China. In February 2007, the company opened its first global flagship store in Tianjin and announced it would actively develop the Tianjin market while expanding to major cities in North China and Northeast China.
Li Jinyuan, president of Tiens Group, had said that the company planned to open 400 outlets in China within three years and set up 1,000 directly-managed supermarkets by 2009. By 2010, BannerStore would have 4,000 supermarkets around the world by direct management and franchise.
So far, although BannerStore says on its official website that it has more than 500 stores in 105 countries, including the United States, Britain, Germany, Russia, and Indonesia, it has few stores in China. Statistics on the website shows that the company only owns three BannerStore supermarkets and 32 BannerExpress convenience stores in China.
bisa dibaca disana bannerstore berguguran di china sana, tp tetep aja mr li sesumbar banner store bakal meledak. dan bisa di baca pada paragraf terakhir.
di websitemya mereka mengaku mempunyai lebih dari 500 toko di 105 negara termasuk USA, Inggris, Jerman, Rusia dan Indonesia. dan ternyata statistiknya di china cuman ada 3 banner store, lalu sisanya tersebar di 105 negara!!!
luar biasa!! luar biasa!! lebih luar biasa lagi kalau upline anda bisa kasih daftar 500 banner store di 105 negara tersebut... tp sayang ga akan bisa. ahahhahaa...
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=865698
atau bila anda sekalian memiliki berbagai keluhan/pengaduan mengenai tianshi? lgs saja hubungi kami lewat : :
pr@tianshi-watch.com
