
Hari ini, 17 Juli 2009 noda hitam kembali terpercik dalam kaleidoskop bangsa Indonesia. Untuk kesekian kalinya asap hitam dan ledakan terdengar di udara. Kali ini target ledakan adalah Ritz Carlton dan JW Marriott yang menyebabkan beberapa jiwa melayang dan puluhan korban luka-luka. Ledakan ini adalah ledakan besar pertama setelah empat tahun berlalu sejak kasus peledakan bom di Bali dan Jakarta. Kami mengutuk dengan keras kejadian tersebut dan menyesalkan mengapa masih ada pihak yang bertindak dengan bodoh dan tega menyulut kekacauan di negerinya sendiri. Banyak pertanyaan terlontar sebagai reaksi atas peristiwa yang terjadi belakangan ini dan berujung pada satu pertanyaan besar mengenai kemanakah arah perjalanan Indonesiaku.
Masih segar dalam ingatan, aneka peristiwa pemboman yang pernah menghiasi berita utama di koran-koran. Masih terekam dengan jelas pula, kepedihan dan penderitaan yang muncul sebagai akibat dari peristiwa tersebut dan kita semua menyadari bahwa pihak yang paling merasakan akibat negatif adalah bangsa Indonesia sendiri, bukan ekspatriat atau negara yang kedutaan besarnya di Jakarta diluluhlantakkan oleh bom. Fanatisme buta telah menjadi landasan bagi kelompok-kelompok tersebut untuk melakukan “perjuangan” dengan cara menghancurkan sasaran-sasaran yang menurut mereka identik dengan negara barat atau ekspatriat di Indonesia.
Kami percaya bahwa setiap manusia diciptakan sama dan sederajat, tidak ada manusia yang lebih rendah derajatnya dibanding manusia lainnya. Demikian pula dengan adanya agama dan kepercayaan yang bertujuan untuk menjadikan kehidupan umat manusia menjadi selaras dan harmonis dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang tentram, damai dan saling menghargai satu sama lain. Setiap tindakan negatif diluar hal tersebut, merupakan perbuatan yang yang tidak semestinya dilakukan.
Sudah saatnya kita semua sebagai bangsa Indonesia melakukan introspeksi dan menilai diri sendiri apakah kita telah menjalankan kewajiban sebagai warga negara yang baik? Apakah kita sudah berperan dan menciptakan suasana yang kondusif untuk kemajuan bangsa ini dan bukan untuk “kemajuan semu” yang akhirnya akan membawa bangsa ini ke jurang kehancuran? Apakah kita sudah melakukan semua yang terbaik agar bangsa ini dapat maju, menyamai atau bahkan melampaui bangsa – bangsa lainnya. Semoga peristiwa ini dapat menjadi cambuk untuk mengingatkan kita bahwa masih banyak kekurangan yang harus dibenahi dan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita.
Kepada aparat pemerintahan, wakil rakyat yang baru saja terpilih dan penegak hukum di negara ini, semua harapan kami bertumpu pada anda semua untuk dapat melaksanakan tugas anda dengan sebaik-baiknya. Nasib bangsa ini, akan bergantung pada anda semua. Kejadian yang baru saja terjadi hendaknya digunakan sebagai momen untuk menunjukkan bahwa kami memang patut menggantungkan nasib kami pada anda sekalian karena anda memang layak untuk menjadi pemimpin kami dan bukan hanya sekadar wakil rakyat yang duduk terkantuk ketika rapat membicarakan rakyat. Janganlah menggunakan kejadian ini untuk ambisi pribadi dan keuntungan kelompok semata. Kami mengharapkan aparat penegak hukum, untuk dapat menegakkan hukum sekokoh mungkin dan untuk dapat menangkap dalang dibalik episode keji di hari ini bukan hanya sekadar menuding kiri kanan dan bersikap tidak tegas. Anda semua memikul tanggung jawab besar atas rakyat Indonesia. Tugas anda pulalah untuk melindungi dan mengayomi semua penduduk dan bangsa Indonesia. Hidup bangsa ini bukan untuk dipermainkan.
Sekali lagi, kami ingin menekankan bahwa fanatisme berlebihan merupakan hal yang buruk. Sudah saatnya bangsa Indonesia menjadi bangsa yang memiliki pemikiran yang kritis agar dapat mengolah segala informasi yang diterima dengan lebih bijaksana bukan hanya menelan mentah – mentah informasi satu arah yang diterima. Pemikiran picik dan tertutup terhadap hal yang berbeda hanyalah akan menjadi bumerang, tidak hanya bagi diri anda tapi juga bagi orang lain. Marilah kita menjadi manusia Indonesia yang cerdas, berpikiran kritis serta selalu waspada terhadap ancaman, baik itu dari dalam maupun luar negeri.
Karena kami percaya bahwa masih ada harapan untuk Indonesia yang lebih baik.
Salam Duka,
Tianshi Watch Team
It has been four years that we enjoy the peaceful and calm city of Jakarta. Aside from its daily traffic jams and the pollution, we can say that Jakarta is moderately safe. This morning, July 17, 2009 at am, the news shocked us all. It is unfortunate that while we thought everything is fine and under control, the false sense of security has betrayed us. We haven’t even been able to fully understand what have got into the minds of the extremists four years ago and now we are facing the same thing. Don’t they, the bombers, realize that by doing it, they are putting their own people in danger and chaos not others? Don’t they realize that they are committing crimes and terror? Shame on you cowards!
We believe that all human are created and born equal. No one has the right to take away others’ right to live and prosper. Lives are lost now, families are broken. Who are you to think that you have the right to take others’ lives? These hideous crimes and atrocities are not acceptable anywhere in the world. No religion teaches you to kill. No religion gives you the right to commit crimes and murders. We condemn those who still live in the dark ages of mankind and who believe that these killings are to be praised.
For our newly-reelected President, our people’s representatives and our law enforcers, this is your time to show that you care about your people. This is your responsibility to protect your people from crimes and murders of this kind. Don’t ever think that once you are on the seats of officials you can just sit and do nothing. You eat from your people, you get paid by the people, you have to work for your people and not the people work for you! Please work hard and harder. There are tons of reasons for the people to lose faith on your failures and true commitment to serve and protect us but we have more reasons to depend and believe in you.
This is also the time to reflect on ourselves; all those who still consider themselves Indonesians. Ask yourself, have you done our responsibilities for your country, for your fellow countrymen? Have you done enough to be more watchful and aware of your surroundings? Or are we too indifferent with what happens around us? Show them that we are one, one country with common goals. We strive to be strong and courageous. None of these bombings will deter us from reaching prosperous and joyful life.
Our hearts and prayers go to the victims and the victims’ family. We know how hard it might have been for you and we all share the same feelings of sadness, of anger. This is not Indonesia. These are the acts of cowards and liars and fools! We will get them and they know for sure that they are not above the laws of men and the laws of God.
With deepest sadness and sorrow,
Tianshi Watch Team